Bunga Edelweiss, Lambang Cinta Abadi

Anaphalis javanica,atau yang dikenal secara populer sebagai Edelweiss jawa (Javanese edelweiss), adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara menurut penelitian florist bali. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Hanya dapat tumbuh pada tanah 1000 dpl atau lebih. Setiap kuntum dapat terdiri dari lima mahkota bunga berwarna kuning selebar 5mm dikelilingi kelopak yang membentuk bintang. Biasanya akan mekar setiap tahun antara Juli hingga September, sesuai pengamatan florist di bali.

Di Eropa, juga terdapat juga sejenis edelwiss dengan nama ilmiah, “Leontopodium alpinum” yang berarti Cakar Singa. (bahasa Yunani: Leon=Singa; Podion= Kaki). Edelweis eropa (Leontopodium alpinum) yang banyak ditemui di Pegunungan Alpen memiliki daun dan bunganya yang tertutup bulu bulu halus berwarna putih.

Bunga ini menurut toko bunga bali dianggap sebagaian orang merupakan perlambangan cinta dan pengorbanan.Karena bunga ini hanya tumbuh di puncak-puncak atau lereng-lereng gunung yang tinggi sehingga untuk mendapatkannya membutuhkan perjuangan yang amat berat. Selain itu, menurut cerita toko bunga di bali edelweis merupakan perlambang cinta yang penuh ketulusan mengingat tekstur yang halus dan lembut dengan warnanya yang putih yang biasanya warna putih dianggap sebagai bukti ketulusan cinta.

Selain itu, meskipun dipetik bunga ini tidak akan berubah bentuk dan warnanya, selama disimpan di tempat yang kering dengan suhu ruangan. Sehingga disebut dengan bunga keabadian dan bunga yang membuat cinta akan tetap abadi.

floristbali

Namun sayang sekali saat ini edelweiss masuk dalam kategori tumbuhan langka dan masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature and Natural Resources disingkat IUCN dengan status Kritis. Semoga masyarakat khususnya para pendaki memiliki kepedulian untuk turut menjaga populasi bunga ini, dan di kirim bunga bali dan karangan bunga bali, mereka melestarikannya di perkebunannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s